Komunitas Wahana Telisik Seni dan Sastra merupakan komunitas kebudayaan atau bisa juga disebut sebagai kantung budaya. Dalam pergulatan komunitas ini, salah satu hal yang ditawarkan, bagaimana suatu proses kreasi baik personal maupun kolektif terus-menerus dilecut dengan berbagai stimulus. Pada perkembangannya, apa yang disebut sebagai multikulturalisme, pluralisme, liberalisme pemikiran dan ekosentrisme menjadi satu bagian dalam berkreasi maupun mengetengahkan suatu gagasan sebagai suatu respon atas laju kebudayaan di penjuru muka bumi ini.
Komunitas ini didirikan pada tanggal 28 oktober 2008, diinisiasi oleh berbagai penggiat kesenian yang merindukan nuansa berkesenian atau berkebudayaan yang progresif dan intens, di mana suatu totalitas menjadi taruhan.
Komunitas ini memliki landasan dalam berkarya yang terangkum dalam Prasetya Komunitas Wahana Telisik Seni dan Sastra :
1. Menghormati Ada tertinggi
2. Mengabdi untuk kelangsungan hidup dan solidaritas penghuni alam semesta
3. Mengejawantahkan nilai-nilai suci kemanusiaan dalam hidup bersama
4. Melestarikan dan menghayati seluruh kebudayaan dan lingkungan
5. Berkarya dengan penuh totalitas dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada
6. Berpijak dan bergerak pada hati nurani
7. Ahimsa.
Komunitas ini memliki landasan dalam berkarya yang terangkum dalam Prasetya Komunitas Wahana Telisik Seni dan Sastra :
1. Menghormati Ada tertinggi
2. Mengabdi untuk kelangsungan hidup dan solidaritas penghuni alam semesta
3. Mengejawantahkan nilai-nilai suci kemanusiaan dalam hidup bersama
4. Melestarikan dan menghayati seluruh kebudayaan dan lingkungan
5. Berkarya dengan penuh totalitas dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada
6. Berpijak dan bergerak pada hati nurani
7. Ahimsa.